Jendela Pembawa Luka

Penyesalan itu muncul

Siapa yang harus disalahkan

Hati yang penuh rasa

Jantung yang berdetak

Tangan yang meraba

Kulit yang tersentuh

Raga yang tlah bersatu

Siapa yang harus disalahkan

Semua telah berlalu

Kenapa harus kubuka jendela-jendela itu

Menanti byte demi byte yang bergerak

Hingga tiba pada suatu saat mata ini

Harus terbelalak

Apa itu ?

Rasa tak percaya seolah-olah bertukar pasrah

Air mata… oase di padang luka

Dia bahagia di jendela itu

Mesra….

Keikhlasan yang terpaksakan

Demi cinta asal bahagia

Tidak kah dia bahagia di samping pungguk

Pungguk yang merindukan bulan

Bulan di jendela itu

Jendela Pembawa Luka

Tapi sekarang pagi tlah datang

Bulan tak ada lagi

😦

Iklan

Ditulis dalam Blog

Permalink 4 Komentar

4 responses to “Jendela Pembawa Luka

  1. nes

    kok nulis puisi terus xan???
    ksepian ato ptus cinta c???
    kok jdi mndadak pujangga gni??
    hehehehehe………..

  2. aDI

    wah, xan2…lo tu lg knapa c???
    tapi bagus jg lho puisi loe…
    mpe gemeteran gw bacanya…
    he2

  3. to Nez :
    kesepian siy ga… putus cinta…? udah lama jg… jadi pujangga…? ya iyalah… secara.. masih sodaraan ma chairil anwar ini!

    hahahahahaha 🙂

    to aDi :
    ga kenapa2… ga tau niy… yah… pokoknya lagi sesuai isi tulisan itu deh.
    thanks….
    ahhhh…. perez deh!

    sering2 kunjungi blog gue yah!

  4. andre

    wao……….

    🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: